jump to navigation

Surat Keenam Kepada Sahabat (The Sixth Letter to a Friend) 18 Januari 2010

Posted by selamatkanbumikita in Surat.
trackback

Subject: Laporan terbaru yang mengejutkan tentang dampak konsumsi daging
Subject: Shocking new report on the effects of meat consumption
(For English Version, please scroll down)

Sahabatku yang baik,

Pada tahun 2006, laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), “Bayangan Panjang Peternakan” memperkirakan 18 persen emisi gas rumah kaca berasal dari peternakan untuk konsumsi manusia (sapi, kerbau, domba, kambing, babi, dan unggas). Jumlah emisi itu lebih besar dibandingkan gabungan seluruh transportasi, dan dengan mudah kita mengkualifikasikan peternakan sebagai sebuah hal utama dalam memerangi pemanasan global..

Sebuah laporan terbaru yang berdasarkan laporan FAO menemukan bahwa produksi daging sedikitnya menyumbang 51% emisi gas rumah kaca dunia tahunan! Menurut para penulis laporan ini, 51% sebenarnya angka yang konservatif karena mereka berusaha untuk memperkecil jumlah gas-gas rumah kaca yang mereka gunakan. Laporan terbaru dari Robert Goodland dan Jeff Anhang, penulis dari Peternakan dan Perubahan Iklim, dapat diakses pada:
http://www.worldwatch.org/files/pdf/Livestock%20and%20Climate%20Change.pdf

Unduh laporan WorldWatch dalam versi bahasa Indonesia (PDF dan Word)
http://www.perubahaniklim.net/worldwatch.htm

Catatan:
Jika kita mempertimbangkan fakta bahwa manusia mengonsumsi lebih dari 380 juta hewan sehari – lebih dari 140 miliar setahun – jadi berapa banyak air, makanan, dan tanah yang digunakan untuk memelihara ternak dan berapa banyak pestisida, pupuk kimia, serta kotoran hewan yang dibuang ke laut, sehingga tentu saja angka tersebut menjadi dapat dimengerti. Sumber: http://www.adaptt.org/killcounter.html

Ini adalah sangat penting karena bertentangan dengan kepercayaan banyak orang, kita hanya mempunyai waktu dua hingga tiga tahun untuk menghentikan bertambahnya gas rumah kaca ke udara agar kita tidak melewati titik kritis. Tindakan hijau seperti daur ulang, berbelanja di tempat yang dekat, membeli mobil hibrida, teknologi hijau untuk mengurangi gas rumah kaca seperti tenaga angin dan surya memakan waktu yang lama untuk diterapkan secara efektif di tengah masa krisis ini.

Maksud dari laporan terbaru ini adalah tindakan yang paling efektif yang dapat dilakukan setiap individu untuk menyelamatkan Bumi yaitu dengan mengurangi atau menghentikan konsumsi daging dan susu.

Jika sejumlah besar penduduk dunia mau menerapkan pola makan non-hewani yang sederhana tetapi paling berpengaruh ini maka kita dapat mencegah dampak dari pemanasan global tepat pada waktunya untuk menghindari bencana besar di masa mendatang.

Ini akan memberikan kita lebih banyak waktu untuk menerapkan berbagai langkah yang bersifat jangka panjang seperti teknologi yang lebih ramah lingkungan dan sumber energi bersih yang akan mengurangi karbon dioksida di atmosfer kita.

Kenyataannya, jika kita terus memproduksi daging seperti tingkatan sekarang ini, maka semua usaha hijau yang lain akan gagal, dan kita akan kehilangan planet ini sebelum kita memiliki kesempatan untuk menerapkan berbagai teknologi hijau yang efektif.

“Tidak ada yang bermanfaat bagi kesehatan manusia dan meningkatkan kesempatan untuk bertahan hidup di Bumi selain evolusi menuju pola makan vegetarian.”
– Albert Einstein, Ahli Fisika Teoritis

Seberapa Mendesak?

Alasan-alasannya situasi sekarang adalah mengerikan:

SAAT INI TINGKAT CO2 TELAH BERADA DI ZONA BERBAHAYA

• 150 tahun yang lalu konsentrasi CO2 di udara adalah 280ppm (dengan kata lain, 0,028 persen di udara adalah karbon dioksida).
• Menurut ilmuwan terkenal James Hansen, batas aman untuk CO2 di atmosfer adalah 350ppm.
• Sekarang sudah mencapai 388ppm dan tidak hanya naik kira-kira 2ppm setiap tahunnya tetapi semakin pesat.

Rincian::Konsensus dari komunitas ilmu pengetahuan adalah bahwa ilmuwan yang memiliki catatan terbaik dalam hal prediksi pemanasan global adalah James Hansen, ketua Institut Penelitian Luar Angkasa Goddard NASA. Dia berkata pada pertemuan himpunan Geofisika Amerika pada bulan Desember 2007: “Bukti tersebut menunjukkan bahwa kita sudah melewati batas terlalu tinggi – dimana batas yang aman untuk CO2 di atmosfer tidak boleh lebih dari 350 bagian per juta.”

Ini berarti kita sudah terlalu dekat dengan titik kritis, atau titik tanpa harapan yang berarti setelah kita melewati titik itu maka apapun yang kita lakukan tidak berguna, bencana-bencana besar akibat perubahan iklim tidak dapat dihentikan lagi, seperti kereta yang melaju.

Catatan:
Hal ini disebabkan oleh masa hidup CO2 dan dinitrogen oksida yang panjang di atmosfer – masing-masing berurutan 500 dan 100 tahun. Jadi bahkan jika emisi CO2 berhenti sekarang, Bumi akan tetap memanas untuk beberapa dekade.
Referensi: Nature Reports, 20 November 2008

Salam Kasih dan Sejahtera,

Sahabatmu
p.s.: Teruskanlah Surat ini kepada sahabat-sahabat lainnya dan orang-orang yang Anda kasihi.

Informasi lebih lanjut dapat ditujukan kepada “Team SOS Be Veg Go Green Save the Planet” di info@PemanasanGlobal.net atau info@PerubahanIklim.net

ENGLISH VERSION:

Sixth letter to a friend

Subject: Shocking new report on the effects of meat consumption

Dear Friend:

In 2006, a widely cited report by United Nations Food and Agriculture Organization (FAO), Livestock’s Long Shadow, estimated that 18 percent of greenhouse gas emissions are attributable to livestock farming for human consumption (cattle, buffalo, sheep, goat, pig and poultry). That amount is more than all transportation combined, and would easily qualify livestock for a hard look in the battle against global warming.

A recent report, however, builds on the FAO report and finds that meat production actually accounts for at least 51% of annual worldwide greenhouse gas emissions! According to the authors of this report, 51% is actually a conservative number because they strove to minimize the sums of greenhouse gases they used. This new report, by Robert Goodland and Jeff Anhang, co-authors of Livestock and Climate Change, may be accessed at:
http://www.worldwatch.org/files/pdf/Livestock%20and%20Climate%20Change.pdf

Note:
If we consider the fact that humans consume over 380 million animals a day – over 140 billion a year – and how much water, food, and land are required in the raising them, and how much pesticide, chemical fertilizer and excretion enter our oceans as a result, the number becomes understandable.
Source: http://www.adaptt.org/killcounter.html

This is extremely significant because contrary to popular belief, we only have two to three years left to stop adding to the greenhouse gases in the air if we want to avert the tipping point (explained later), for reasons cited in the next section. Green actions like recycling, shopping local, buying hybrid cars, as well as technologies to mitigate greenhouse gases like wind and solar power take too long to be effective for this crisis.

What this new report means is that the single most effective action individuals can take to save the planet is to reduce or eliminate meat and dairy consumption.

If a significant number of people in the world adopts the simple but most powerful practice of an animal-free diet, then we could reverse the effects of global warming in time to avert the impending catastrophic events.

This will give us the time needed to adopt longer-term measures such as more green technology and clean energy sources that will further decrease the carbon dioxide in our atmosphere.

In fact, if we continue with our current rate of meat production, all other green efforts will be cancelled out in effect, and we will lose the planet before we have the chance to implement any effective green technology.

“Nothing will benefit human health and increase chances for survival of life on Earth as much as the evolution to a vegetarian diet.”
– Albert Einstein, Theoretical Physicist

What’s the Rush?

The reasons the situation is dire:

CURRENT CO2 LEVEL IS ALREADY IN THE DANGER ZONE

• 150 years ago the concentration of CO2 in the air was 280ppm (another words, 0.028 percent of the air was carbon dioxide).

• According to top climate scientist James Hansen, the safe upper limit for atmospheric CO2 is 350ppm.

• Today it is around 388ppm and not only rising at about 2ppm every year but accelerating.

Details:
The consensus of the science community is that the scientist with the best track records of predicting events about global warming is James Hansen, head of NASA Goddard Institute for Space Studies. He said at the American Geophysical Union’s meeting in December 2007: “The evidence indicates we’ve aimed too high – that the safe upper limit for atmospheric CO2 is no more than 350 parts per million.”

This means we are far too close to the tipping point, or point of no return, which means no matter what we do from that point on, the acceleration towards a global cataclysmic climate shift will be irreversible, like a runaway freight train.

Note:
This is due to the long life of CO2 and nitrous oxide in the atmosphere – 500 and 100 years respectively. So even if CO2 emission stops today, the Earth would continue to warm for several decades.
Reference: Nature Reports, November 20, 2008

Yours truly friend,

p.s.: Please forward this letter to other beloved friends.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: