jump to navigation

Mencegah kiamat yang tidak perlu oleh Romo Yohanes 18 Januari 2010

Posted by selamatkanbumikita in Khotbah, Kiamat.
trackback

“Satu hal sekarang yang mengancam dunia kita bersama adalah pemanasan global. Zaman sekarang, kalau Yohanes Pembaptis harus berseru-seru, Ia pasti akan berseru mengenai kiamat kita bersama yang diakibatkan oleh keserakahan kita, yang membuat dunia makin panas. Kalau kita menantikan kedatangan Kristus, sebenarnya bukan kedatangan kiamat 2012 itu, tapi kedatangan Yesus yang ingin kita bertindak nyata untuk menghentikan pemanasan global itu. Untuk menghentikan dunia yang tidak damai ini. Untuk menghentikan diri kita yang sering tidak bisa menguasai nafsu kita. Salah satu yang membuat kita ngawur, manja, yaitu kita menikmati kenikmatan-kenikmat an duniawi. Itu yang membuat pemanasan global. Apa itu? Makan daging. Daging dan ideologi dagingisme itu sudah menguasai seluruh kehidupan. Dan itu membuat dunia makin panas.

Menurut para ilmuwan, pemanasan global, 60% lebih, diakibatkan oleh peternakan. Ternak. Dan lagi, kotorannya itu bikin panas. Gas metan. Ini luar biasa.. Ini pengetahuan yang membuka, menurut Santo Paulus, yang membuat kita punya pengertian, pengetahuan yang benar, sehingga kita bisa memilih mana yang paling baik. Saya sendiri terbuka ketika mengetahui kenyataan ini. Membuka mata, itu benar. Dan itu sungguh-sungguh membuat kita semua, yang sudah kena ideologi dagingisme itu, merasa bahwa makan itu harus enak. Dan itu membuat dunia makin panas. Gas metan yang dikeluarkan itu dari peternakan, paling banyak, lalu membuat rumah kaca, efek rumah kaca. Lalu es di kutub utara mencair. Sekarang baru 17 cm pertambahan air laut, tapi nanti kalau diteruskan sampai es di kutub utara hilang, itu bisa 7 meter lebih. Pertambahan 17 cm ini sudah membuat gempa bumi di mana-mana. Mengapa? Karena bumi di bawah sana itu kan geser-geser, yang terdiri dari lapisan-lapisan. Kalau ditambah volume airnya, volume massa airnya, pasti akan makin tertekan. Pasti akan ambles, ambles. Maka sering gempa bumi. Sangat masuk akal. Dan menurut perhitungan, memang, hitungan tahun-tahun ke depan ini, es di kutub utara makin habis, dan lalu mau jadi apa? Dan itu pasti akan menaikkan suhu bumi. Dan pasti laut juga akan bertambah. Itu korelasinya sangat nyata, sangat scientific. Sangat ilmiah. Dan justru itu karena perilaku kita.

Kalau Yohanes berseru-seru “Bertobatlah. .” Dan ingin Yesus supaya… Yesus yang tinggal di dunia bersama dia, ingin supaya dunia ini lestari, maka tidak ada kata lain, selain kita menghentikan gaya hidup yang hedonis, yang penuh kenikmatan, salah satu yang terpenting adalah kebiasaan makan daging. Yang serba nikmat itu, beralih ke, menurut Kejadian 1, ayat 29, “Aku telah menciptakan tumbuhan berbiji, Aku telah menciptakan semua itu… buah-buahan yang berbiji, dan itulah yang akan menjadi makananmu.” Menjadi sehat, menjadi tidak panas, menjadi adem, bertobat, mulai dari cara makan kita. Bertobat, mulai dari menghayati Yesus yang mau tinggal bersama kita semua, yang mencintai segala makhluk. Ia nanti lahir di kandang hewan… Ia mencintai hewan-hewan itu Ia sungguh tidak ingin terjadi kekerasan di antara kita, mulai dari makanan kita.

Kalau saya, saya tidak makan daging. Saya vegetarian untuk alasan kesehatan saya sendiri, maupun untuk alasan global warming. Untuk bertobat supaya kita berpengetahuan yang benar”

Khotbah ini disampaikan oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr. (Rohaniwan Gereja Katholik Keuskupan Agung Semarang dan Sekretaris Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia) dalam sebuah misa di Gereja Pugeran, Yogyakarta.

Videonya dapat diunduh di : http://www.youtube. com/watch? v=tUJkrbig3SU
Video ini hanya berdurasi 5 menit…

Salam hijau..

BE VEG !!! GO GREEN !!!
SAVE THE PLANET !!!

%d blogger menyukai ini: